Museum-Tsunami-Dipadati-Pengunjung-Libur-Lebaran-25042023-Irp-1
MUSEUM TSUNAMI

Hallo smeppassa jawara πŸ‘‹πŸ»πŸ‘‹πŸ», kalian tahu tidak meseum yang berbeda di Aceh?. kalau belum tau yuk simak artikel dibawah ini.

Β 

Museum tsunami terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda dekat Simpang Jam dan berseberangan dengan Lapangan Blang Padang kota Banda Aceh dan di resmikan pada bulan februari tahun 2008.

Β 

Tujuan dibangunnya museum ini adalah untuk mengenang gempa bumi yang mengakibatkan tsunami tahun 2004, Selain itu juga menjadi pusat pendidikan dan sebagai pusat evakuasi jika bencana tsunami sewaktu-waktu datang lagi.

Β 

Bangunan museum ini didesain oleh seorang dosen arsitektur ITB Bandung, M. Ridwan Kamil. Desain yang berjudul Rumoh Aceh as Escape Hill ini mengambil ide dasar rumoh Aceh yaitu rumah tradisional masyarakat Aceh berupa bangunan rumah panggung. Museum ini dibangun dengan dana sekitar Rp 70 miliar dan memiliki 2 lantai. Lantai 1 merupakan area terbuka yang bisa dilihat dari luar dan fungsinya sebagai tempat untuk mengenang peristiwa tsunami.

Β 

Di lantai 1 ini terdapat beberapa ruangan yang berisi rekam jejak kejadian tsunami 2004. Antara lain ruang pamer tsunami, pratsunami, saat tsunami dan ruang pasca tsunami. Selain itu, beberapa gambar peristiwa tsunami, artefak jejak tsunami, dan diorama juga ada di lantai ini. Salah satunya adalah diorama kapal nelayan yang diterjang gelombang tsunami dan diorama kapal PLTD Apung yang terdampar di Punge Blang Cut.

Sedangkan di lantai 2 museum ini berisi media-media pembelajaran berupa perpustakaan, ruang alat peraga, ruang 4D (empat dimensi), dan souvenir shop.

Β 

Alat peraga yang ditampilkan antara lain, yaitu rancangan bangunan yang tahan gempa, serta model diagram patahan bumi. Selain itu juga ada beberapa fasilitas terus disempurnakan seperti ruang lukisan bencana, diorama, pustaka, ruang 4 dimensi, serta cafe. Eksterior museum ini mengekspresikan keberagaman budaya Aceh dengan ornamen dekoratif berunsur transparansi seperti anyaman bambu. Tampilan interiornya akan menggiring Anda pada perenungan atas musibah dahsyat yang diderita warga Aceh sekaligus kepasrahan dan pengakuan atas kekuatan dan kekuasaan Tuhan.

Β 

Museum Tsunami Aceh dibangun atas prakarsa beberapa lembaga yaitu Badan Rekontruksi dan Aceh-Nias, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Pemerintah Daerah Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh, dan Ikatan Arsitek Indonesia. Bangunan museum ini terdiri dari 4 tingkat dengan hiasan dekorasi bernuansa islam. Dari arah luar dapat terlihat bangunan ini berbentuk seperti kapal, dengan sebuah mencu suar berdiri tegak di atasnya. Tampilan eksterior yang luar biasa yang mengekspresikan keberagaman budaya Aceh terlihat dari ornamen dekoratif unsur transparansi elemen kulit luar bangunan. Ornamen ini melambangkan tarian saman sebagai cerminan Hablumminannas, yaitu konsep hubungan antar manusia dalam Islam.

Β 

Setiap harinya museum ini selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Museum Tsunami ini buka setiap hari (kecuali Jumat) pukul 09.00-12.00 dan 14.00-16.00 WIB. Museum Tsunami Aceh saat ini memberlakukan tiket masuk (anak-anak/pelajar/mahasiswa Rp3.000; Dewasa Rp5.000; WNA Rp15.000).

Β 

Saat mulai memasuki museum maka para penelusur akan menemui lorong sempit dengan air terjun yang mengeluarkan suara begemruh di kedua sisinya seakan mengingatkan dahsyatnya gelombang tsunami.

Β 

Museum ini juga menampilkan simulasi elektronik gempa bumi Samudra Hindia 2004, foto-foto korban dan kisah dari korban selamat, ruang pameran temporer.

Β 

Lokasi museum sangat mudah sekali di jangkau baik menggunakan kendaraan umum maupun pribadi. Jika para penelusur ingin mengunjungi museum ini maka pertama kali para penelusur harus menemukan Lapangan Blang Padang yang berada di kompleks pemakaman Kerkhof Peucut karena letak museum ini persis di seberangnya.

Β 

Baik, itu saja artikel yang bisa saya sampaikan jika ada kesalahan mohon dimaafkan, sampai jumpa di artikel selanjutnya πŸ‘‹πŸ»πŸ‘‹πŸ»

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

1700051929446

Kebudayaan yang ada di papua

Haii semua sahabat sahabat smeppassa !! πŸ‘‹πŸ‘‹ Apa kah masih semangat? Pastinya masih semangat dongg Β  Nah disini apakah kalian sudah pada mengenal tentang budaya-budaya yang ada di Papua? Pastinya ada yang tau dong,nah kali ini kita akan belajar lebih dalam lagi nih tentang budaya yang ada di Papua, langsung saja kita bahas ke topik

Baca selengkapnya...
sego_resek

Makanan Khas Malang

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hallo sobat Smeppassa!!Β  Β  Jadi, kali ini kita akan membahas tentang Makanan Khas Kota Malan β€’ Nasi Pecel Kawi Makanan khas Malang ini banyak peminatnya dan mejadi buruan bagi pecinta kuliner nusantara. Dengan bahan yang sangat sederhana, dan rasa yang sangat luar biasa. Nasi pecel dengan siraman bumbu kacang ini memberikan rasa

Baca selengkapnya...
Screenshot_20240104-155107_Google

ASAL USUL UPACARA UROE TULAK BALA

Upacara Uroe Tulak Bala berasal dari Aceh, Indonesia, dan merupakan bagian penting dari budaya dan tradisi masyarakat Aceh. Nama “Uroe Tulak Bala” berasal dari bahasa Aceh yang secara harfiah berarti “membawa berkat dan keberuntungan.” Upacara ini telah dilaksanakan selama berabad-abad dan memiliki akar yang dalam dalam kehidupan masyarakat Aceh. Asal-usul upacara Uroe Tulak Bala berkaitan

Baca selengkapnya...
Screenshot_20240115-181112_Google

ASAL USUL UPACARA ADAT TURUN MANDI di MINANGKABAU

Β  Turun mandi adalah salah satu upacara adat Minangkabau yang dilakukan untuk menyambut kelahiran bayi. Upacara ini biasanya dilakukan setelah bayi berusia 40 hari. Nama “turun mandi” berasal dari kebiasaan mandi pertama bayi di sungai atau tempat air umum, yang dianggap sebagai simbolisasi “turun” atau diperkenalkan ke masyarakat. Asal usul upacara ini berkaitan dengan kepercayaan

Baca selengkapnya...
images

LOTEK KHAS JAWA BARAT

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Hallo sobat smeppassa jawaraπŸ‘‹πŸ‘‹ Tanah Sunda, selain terkenal akan keindahan alam, terkenal juga akan kulinernya yang unik dan beraga,. Kuliner telah menjadi ciri khas makanan orang Bandung, dengan sajian kental budaya Sunda. Β  Salah satu kuliner Sunda yang tak lekang oleh waktu ialah lotek. Lotek merupakan makanan yang berisi sayuran mentah atau

Baca selengkapnya...