IMG_20231218_042827
Cerpen_Cakrabuana

Aku adalah Nana, seorang gadis yang tinggal berdua dengan papa. Mama ku telah meninggal di saat aku menginjak usia 5 tahun dan papa sering kali pergi dinas keluar kota, meskipun begitu aku tak pernah merasa kesepian karena papa selalu meluangkan waktu untuk bermain bersama ku. Namun, saat ini sudah 2 bulan aku sendirian di rumah karena papa sedang pergi dinas keluar kota.

Aku melangkah keluar menghirup pretikor dalam-dalam, lengkungan manis di bibirku tak kunjung pudar. Aku sangat menikmati aroma pretikor kali ini, hingga suara mesin mobil yang menyapa indra pendengaranku mampu mengalihkan pandanganku. Tanpa berlama-lama aku segera melangkah menuju gerbang rumahku dengan lengkungan manis yang sedari tadi tak kunjung pudar dari bibirku. Dengan semangat aku membuka gerbang, lalu berlari mengejar mobil milik papa. Sesampainya aku di mobil, aku melihat papa keluar dari dalam mobil, dan tanpa berlama lama aku pun menerjang tubuh papa dengan rindu.

“Papa, i miss you” ucap ku

“Minggir” ucap papa dengan tegas hingga membuat ku mengerutkan dahiku dengan bingung

“Papa kenapa? Emang papa ga rindu sama nana?” tanya ku sembari melepaskan dekapanku

Ku tatap wajah papa lamat lamat dan aku baru menyadari satu hal, di wajah itu tak ada lagi senyuman hangat yang selalu menyambut ku. Dia tak seperti papa yang ku kenal. Ku lihat papa melangkah menuju pintu penumpang tanpa mengatakan apapun, papa membuka pintu mobil itu dan keluarlah wanita paruh baya dengan pemuda yang seumuran dengan ku dari dalam mobil. Aku yang melihatnya pun merasa terheran heran, tidak biasanya papa membawa orang ke rumah.

“Halo tante” sapa ku

“Halo cantik” sapa wanita yang bernama Rena itu

“Sayang, ayo masuk” ucap papa sembari menggandeng tangan wanita itu dan merangkul pundak pemuda itu

Deg! jantungku bagai berhenti beberapa saat dan tubuhku menegang bak patung.

“Itu tidak mungkin kan?” lirih ku sembari menatap kosong punggung papa

“Mau sampai kapan lo berdiri disitu? Papa mau bicara sama lo, cepet masuk” ucap pemuda itu ketus

Ku tatap pemuda itu dalam diam dan tanpa bicara sepatah kata pun aku pergi meninggalkan pemuda itu.

“Pa..” ucap ku sesampainya di ruang tamu

“Saya sudah menikah 1 bulan lalu, dia istri saya dan dia adalah kakak mu, Sandy” ucap papa tanpa berbasa basi yang membuat ku tersentak

“Gausah ngaco deh pa” ucap ku dengan kekehan

“Saya serius” ucap papa tegas

“Kenapa papa ga bilang dulu sama nana dan bukankah papa sudah berjanji sama mama, papa gaakan menikah lagi” ucap ku sembari menahan air yang ingin terjun bebas dari netraku

“Saya juga butuh pendamping hidup dan saya rasa restumu tidak sepenting itu” ketus papa

Mendengar ucapan papa, mulutku terbungkam, bulir bulir bening pun mulai berjatuhan dari netraku. Dia bukan papa yang ku kenal. Dia bukan papa ku. Dengan langkah pelan aku berjalan menjauh dari mereka. Sungguh ini sangat menyesakan hatiku.

Sudah 1 tahun berlalu setelah kejadian papa membawa istri barunya, aku merasa selalu tersingkirkan. Tak ada lagi senyuman hangat yang selalu menyambut ku dan tak ada lagi pelukan yang selalu menenangkan ku. Kini hanya ada tatapan datar yang menatap ku.

Aku berlari ke arah papa sembari membawa beberapa foto yang kudapat kemarin.

“Papa, lihat! Nana kemarin melihat tante itu bersama laki laki pa” ucap ku sembari menunjukkan foto foto yang ku dapat itu

“Lo gausah fitnah deh, bunda gue gaakan ngelakuin hal itu, foto itu pasti lo edit kan?” tuduh Sandy kepada ku

“Ga pa, foto itu asli, nana kemarin lihat sendiri dengan mata kepala nana sendiri” ucap ku berusaha meyakinkan papa

“Apa ini benar Rena?” tanya papa kepada tante itu

“Itu fitnah mas” ucap tante Rena

“Pa, nana ga fitnah, papa percayakan sama nana” ucap ku kepada papa, namun yang ku dapatkan hanya wajah datar milik papa

Tangan papa mengenai pipiku, aku terjatuh dan tanpa ku sadari air mata ku jatuh. Tamparan ke dua, aku menatap mereka dengan tajam.

“Pergi kamu dari sini! Saya tidak sudi punya anak sepertimu, sungguh memalukan!” hardik papa

“Pa, sungguh aku sangat membenci mu, bahkan kini untuk melihat wajahmu saja aku sangat tak sudi, kamu ingin aku pergi kan pa? Baiklah aku akan pergi, aku harap setelah ini kita tak pernah bertemu lagi” ucap ku sembari menahan sesak di dadaku

Ku berlari di bawah guyuran varsha berharap upeksha datang ke dalam diri ini yang sedang gundah. Ku terus berlari sembari memukul dadaku, sungguh ini sangat menyesakkan. Aku melangkah tanpa arah, aku bingung harus kemana setelah ini. Suara ibu ibu yang memanggil ku mampu menghentikan langkah ku.

“Nak, ada apa dengan mu?” tanya ibu itu sembari melangkah mendekati diriku dan tubuhku menegang di saat ibu itu memeluk tubuhku yang basah terkena air hujan. Hangat, ini sangat hangat.

Aku menceritakan semua kisah yang ku alami sambil merasakan pelukan yang ku rindukan selama satu tahun belakangan ini, pelukan hangat itu membuat ku semakin merindukan kasih sayang seorang mama. Ibu itu mengajak ku tinggal bersamanya, entah apa maksud dari pertemuan ini karena ibu itu juga sangat menginginkan kehadiran seorang anak.

Berbulan bulan aku tinggal bersama ibu. Ibu selalu memperlakukan ku seperti putrinya sendiri. Hidup ku sangat bahagia sebelum pemuda bernama Sandy itu datang ke rumah ibu.

“Na, ayo pulang, papa butuh lo” ucap Sandy

“Aku ga peduli dan ingat sampai kapan pun aku tak akan sudi kembali kerumah itu” ucap ku ketus

“Naa, gue mohon, untuk kali ini aja lo pulang na, papa butuh lo” mohon Sandy

“Sekali aku bilang tidak ya tidak! Aku udah gamau lagi berurusan sama pria itu” bentak ku ke Sandy

“Na, papa ga sejahat itu, semua perilaku papa itu untuk kebaikan lo, gue mohon temui papa” ucap Sandy

“Apa maksud ucapan kamu” ucapku

“Papa ga sejahat itu na, selama ini papa selalu sayang sama lo, gapernah sekali pun papa benci sama lo, papa selalu sayang sama lo, semua hal yang selama ini lo rasain itu untuk kebaikan diri lo sendiri na, selama ini papa menderita kanker otak dan dia ga ingin lo tau penyakitnya, setiap kali papa pergi dinas keluar kota sebenarnya itu bohong, papa pergi keluar kota untuk berobat demi lo, hingga dokter mengatakan bahwa penyakit papa sudah tidak bisa di sembuhkan, di situ papa lo sudah putus asa dan tanpa sengaja di saat itu bunda gue bertemu sama papa lo. Di situ papa lo minta bantuan bunda gue untuk jadi istri pura pura dan tanpa lo ketahui setiap kali papa selesai nyakiti lo, dia selalu menangis dan menyakiti dirinya sendiri di kamar mandi. Rumah yang selama ini lo tinggali bersama ibu ibu itu adalah rumah yang sengaja papa sedia in buat lo na. Dia ingin lo membenci dirinya karena dia gamau bikin lo sedih saat dia meninggal dan dia ingin lo bisa hidup tanpanya. Sesayang itu papa lo sama lo na, jadi gue mohon temui dia na, dia butuh lo” ucap Sandy panjang lebar, yang membuat ku menangis
tersedu-sedu.

“Ayo” hanya itu kata yang mampu keluar dari bibirku. Hanya satu kata yang mampu menggambarkan diriku saat ini, sesak.

Tanpa berlama lama aku dan Sandy pun pergi menuju rumah milik papa. Ku tatap cakrawala dengan sendu dari kaca mobil milik Sandy.

“Tuhan, kenapa ini sangat menyesakkan” ucap ku dalam hati

“Ayo turun” ucap Sandy sambari menuntun ku keluar dari dalam mobil

Ku tatap bangunan itu lamat lamat, bangunan yang salama ini menyimpan begitu banyak kenangan ku bersama papa dan mama. Tak ku pungkiri rasa sesak itu semakin menggerogoti hati ku. Saat langkah ku memasuki ruang tamu, ku lihat fotoku masih terpatri di dinding itu dan tanpa ku sadari aku telah sampai di kamar papa. Hatiku mencelos saat melihat kondisi papa.

“Pa..” lirih ku yang mampu membuat papa menoleh

“Sayang..” lirih papa

“Kenapa papa gabilang sama nana? Kenapa papa sembunyiin ini dari nana” ucap ku sembari memeluk tubuh lemas papa

“Maafkan papa, maaf” ucap papa sembari mengelus surai milikku

“Papa jahat tau ga, papa janji ya harus sembuh” ucap ku sembari terisak

“Maafkan papa sayang, jangan nangis lagi ya” lirih papa

“Sekarang putri kecil papa sudah besar ya.. Sepertinya baru kemarin papa gendong kamu.. Nana… Papa sangat sayang sama nana… Papa ingin lihat nana hidup bahagia, kalau papa pergi janji ya sama papa untuk selalu bahagia?” ucap papa yang membuat ku semakin menangis sendu

“Papa ngomong apa sih, papa akan selalu lihat nana bahagia dan papa akan sembuh” ucap ku

“Maafkan papa ya? Papa sayang nana, papa tidur dulu ya.. Papa ngantuk” lirih papa sebelum menghembuskan nafas terakhirnya dibumi.

“Papa bangun paaa, bangunn maafin nana, papa ayo bangun paa, jangan tinggalin nana sendiri” rancau ku

Sandy yang melihat ku kacau begitu pun segera mendekap ku sembari membisikan kata kata penenang untukku.

Semua orang menatap sendu pada peti mati yang mulai masuk ke dalam liang lahat, tatapan yang penuh kehilangan, tatapan yang ingin kembali memeluk orang yang terbujur kaku di dalam sana.
Aku menatap liang lahat papa yang mulai terkubur di dalam sana dengan tatapan kosong, tatapan yang seakan-akan hidupku ikut terkubur di sana. Air mata tak mampu lagi keluar dari kedua netra ku, seakan-akan air mata ku sudah habis.

“Papa maafkan nana… Nana sayang papa… Selamanya akan selalu seperti itu, terimakasih atas semuanya pa” lirih ku sembari mencium batu nisan milik papa.

Kutatap adiwarna jingga di cakrawala, menjadi saksi atas renjana yang tak tersampaikan. Atma yang ku renjanakan kini hanya bisa kutatap jauh bersama kaharsa.

Karya: Khanza Dini Rahmadani (9C)

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

IMG-20230420-WA0000

MANFAAT MENGONSUMSI KURMA SAAT BERPUASA

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh⛑️Interarma Caritas⛑️ Saat kita berbuka puasa, kita wajib mengonsumsi makanan yang sehat, seperti buah. Salah satu yang direkomendasikan adalah buah kurma, Selain memiliki rasa yang alami, buah kurma juga mengandung karbohidrat yang baik untuk dikonsumsi ketika berbuka puasa. Kurma menjadi salah satu buah yang mudah ditemui ketika memasuki bulan Ramadan. Buah kurma dikenal

Baca selengkapnya...
1000076980

RUMAH ADAT SUKU TENGGER JAWA TIMUR

Hallo Teman Teman Smeppassa!!   Siapa nih yang sudah tau tentang budaya di Jawa Timur?   Disini kita akan belajar bersama sama tentang budaya yang ada di Jawa Timur. Salah satu dari budaya yang ada di Jawa Timur yaitu ada rumah adat. Rumah adat di Jawa Timur salah satunya yaitu rumah adat suku Tengger.  

Baca selengkapnya...
IMG_20240118_203935

RITUAL TIBAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh   Haii SMEPPASSA JAWARA Ritual Tiban atau Tarian Tiban berasal dari kata dasar “tiba” bahasa Jawa yang berarti “jatuh”. Tiban mengandung arti timbulnya sesuatu yang tidak diduga-duga sebelumnya. Dalam konteksnya dengan peristiwa tersebut, maka Tiban disini lain menunjuk pada hujan yang jatuh dengan mendadak terjatuh dari langit.  Ternyata Tiban merupakan tarian atau

Baca selengkapnya...
patung-jaran-kencak-alun-alun-lumajang

KUDA KENCAK LUMAJANG

Halo SMEPPASSA JAWARA 👋🏻 👋🏻 Mari kita belajar tentang budaya Jawa  Timur salah satunya jara kencak,dari Lumajang. Latar belakang penelitian ini adalah Kesenian tradisional Jaran Kencak merupakan kesenian asli masyarakat Lumajang yang berawal dari penyebaran masyarakat Madura utamanya yang ada di Jawa Timur. Tahun 1972 kesenian Jaran Kencak mulai berkembang di Kecamatan Yosowilangun. Tahun 2013

Baca selengkapnya...
IMG_20231223_110552

Acara Classmeet dalam 3 hari

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh   HAI SOBAT SMEPPASSA👋🏻👋🏻👋🏻  Sudah tau belum? Pasti sudahkan?! Yuk langsung saja kita bahas!  Pada tanggal 19-21 Desember diadakan classmeet di SMP NEGERI 1 PASIRIAN yang menandakan bahwa ujian semester telah selesai   Dalam acara Classmeet tahun ini ada pertandingan Mini Soccer dan lomba senam. Dalam pertandingan Mini Soccer diikuti oleh setiap

Baca selengkapnya...